• Jalan Prof. Dr. Soepomo, SH., Umbulharjo, Yogyakarta

KAJON#3 ( KAJIAN ONLINE )

KAJON#3 ( KAJIAN ONLINE )

Pilih  Insecure atau Bersyukur

Oleh : Andi Nelly Anggelia

Hari ini kita berada pada kondisi seseorang mudah sekali luntur keimanan kepada Allah dan Rasul. Banyak orang yang kemudian merasa insecure dengan kekurangan yang dimiliki, yang kemudian akhirnya menjadi sebuah penyebab ketakutan, minder yang berlebihan bahkan tak sedikit yang menjadikan ketidaknyamanan-nya tersebut terhadap kekurangan yang dimiliki menjadi pembunuh masa depannya.

Padahal perlu kita metahui, Kehidupan yang Allah berikan dalam dunia ini memiliki 4 Sifat yang sebenarnya memang tidak akan disukai oleh jiwa jiwa kita yaitu :

  1. Adanya kesedihan
  2. Adanya perpisahan
  3. Adanya rasa sakit
  4. Melewati masa masa yang sulit

Dunia Allah ciptakan bukan untuk bersenang senang, jadi jangan berharap dunia itu isinya akan selalu senang, baik itu menimpa orang beriman atau tidak sama sekali. Tapi bagi kita seorang muslim yang mengaku memiliki iman kepada Allah dan Rasul, pasti memiliki pertanyaan

– “kapan sih rasa kesedihan itu hilang ?”

Entah sedih ini yang diciptakan oleh Allah sebagai bentuk ujian menjalani hidup atau sedih yang kita dramatisir sendiri. Maka jawabannya adalah sedih itu hilang ketika kita telah masuk ke surga Nya Allah

Sampai disini, kita harus tanamkan lebih dulu bahwa jangan pernah menjadikan dunia sebagai tujuan, tapi Jadikanlah dunia sebagai jembatan untuk menuju surga Nya. Sehingga kamu yang selalu insecure sebenarnya terlalu asik menenggelamkan diri ke dunia yang sesungguhnya menipu daya.

Insecure : Sebuah Rasa dimana seseorang merasa gak nyaman, merasa gak pede, merasa terpuruk atas segala kekurangan yang dimiliki.

insecure itu sebuah sikap yang bukan seharusnya ada pada ciri orang beriman. Karena iman kita itu seharusnya mengarahkan kita kepada berbaik sangka kepada ketetapan Nya dengan sikap Syukur yang di panjatkan.

Ini tips agar kemudian insecure berubah menjadi syukur :

  1. Mindset kita harus ditanamkan bahwa dunia adalah tempatnya Ujian, maka ketika ada kekurangan itu memang ujian buat kita. Allah pengen lihat sejauh mana kita mampu melalui ujian tersebut. Cara menghadapi ujian yaitu Iman, Sabar dan Sholat. Maka semakin ada nya kekurangan sebagai ujian hidup kita, dari situlah Allah ingin memberikan pahala sabar dan menaikkan kelas iman kita dengan mengangkat derajat hamba Nya yang mampu melaluinya.
  1. Coba untuk memahami bahwa Atas kekurangan yang dimiliki itu adalah Allah pengen kasih kita pahala sabar dalam merawat atau mengasah kekurangan tadi menjadi sebuah kelebihan atau keunikan. Contoh: perihal ada orang yang minder sama kulit hitam atau kulit yang mudah banget tumbuh jerawat. Maka disitu bisa jadi Allah Berkehendak agar akal kita berpikir bagaimana merawatnya kulit kita dengan sehat. Bukankah kelak Allah akan meminta pertanggungjawaban atas apa yang dipinjamkan, termasuk tubuh yang kita miliki. Allah melarang untuk merubah segala sesuatu yang telah di tetapkan, tapi menganjurkan untuk merawat.
  2. Dalam segala kekurangan yang memang itu datangnya dari Allah, maka lebih banyak lah melihat kebawah. Masih banyak banget orang yang lebih sulit , lebih kurang atau bahkan cacat atau miskin atau yatim piatu dan sebagainya yang ternyata dari mereka itulah kita bisa hadirkan nilai syukur. Unfollow saja mereka yang tidak mensupport kita menjadi sebaik baiknya manusia. Sebaliknya perihal  amal shalih, kebaikan dan kebermanfaatan kita wajib banget melihat mereka yang di atas jauh lebih bermanfaat hidupnya dengan segala kemampuan yg dimiliki.
  3. Buang jauh jauh yang memegang prinsip suka menyalahkan kekurangan atau menyalahkan segala ketetapan Allah tersebut
  4. Isi hati dan pikiran dengan spirit positif dengan hadir di lingkungan sholih sholihah, majelis ilmu, tempat tempat penyalur hobi yang kita senangi.
  5. Bila sesaat kamu dihinggapi rasa sedih itu lagi, Biarkan saja air mata mengalir semestinya. Ingat ya semestinya, tidak melampui batas. Segera ambil wudhu dan kemudian bergegaslah sholat dan dalam sujud panjangmu berdoa lah agar Allah senantisa lembutkan hati untuk mudah bersyukur.
  6. Tanamkan cinta pada dirimu sendiri, Waktu kita sangat singkat di dunia ini dan rugilah kita bila hanya menghabiskannya dengan ke-insecure-an yang sungguh sebenarnya dapat mengikis keimanan. Semakin terkikis iman, maka bisa dipastikan kita sulit menjadi ahli syukur. Yuk bangkit dan gagahkan pundak-mu, katakan pada dirimu sendiri “Sungguh Kamu adalah orang yang hebat”.  Alhamdulillah puji dan syukur atas segala pemberian Mu ya Rabbi